Fireworks!!

Anyway, udah lama nggak nulis sesuatu  tentang chemie deh. Huehehehe..  Dibanding kebanyakan curhat tentang kegiatan gw di sekolah, bendingan gw cerita tentang chemie. Sesuatu banget kan tuh.. xixixi XD

So today let’s talk about fireworks. Hemmm… tapi bukan Fireworks lagunya Katy Perry loh.. Fireworks, kembang api..

Pertama kita pasti tau kan kalo ada banyak unsur logam di muka bumi ini. Pemanfaatannya juga banyak, hampir mencakup semua bidang di sekitar kita kan. Salah satunya ya dalam industri pembuatan kembang api. Awal mula adanya kembang api itu di Cina sejak 1000 tahun lalu. Awalnya dibuat dari campuran charcoal, sulfur, sama kalium nitrat.  Campurannya kemuadian dikenal sebagai gunpowder, yang akhirnya jadi jadi awal mula perkembangan industri kembang api sekitar tahun 1800an.

Pertama kita perlu tahu kalau nggak semua unsur yang ada di alam bersifat stabil dalam bentuk logamnya. Karena kebanyakan unsur,begitu juga logam ditemukan stabil dalam bentuk persenyawaannya sama unsur lain. Dalam keadaan panas, elektron-elektron dalam unsur logam bersifat nggak stabil. Inilah yang kemudian menjadi dasar pembuatan kembang api. Pada kondisi yang sangat panas, partikel padatan bakalan memberi warna  sebagai hasil dari emisi spektrum molekul yang berada dalam bentuk gasnya.

Kalau di industri kembang api sekarang, logam buat bikik kembag api dikontakkan dengan klorin dalam fase gas saat proses pembakarannya.  Saat pembakaran ini, energi pembakaran bisa mengeksitasi elektron-elektron molekul dari logam. Spektrum warna hasil eksitasi itu kita liat sebagai percikan warna-warni deh.

Kalau dulu sumber klorin yang dipake itu dari KClO3 (kalium klorat), tapi karena bahaya jadi nggak dipake lagi deh (KClO3 bersifat eksplosif kalo bereaksi sama sulfur, bubuk logam, garam ammonium, dan air).  Makanya kalo di gudang bahan kimia sekolah aja, logam kalium disimpen dalam minyak tanah, bisa bahaya kalo kena air, meledak kan gawat. Hehehe.. Yang banyak dipake sekarang malah KClO4 (kalium perklorat) sebagai sumber klorinnya.

Kalau di sekolah, saya pernah belajar tentang reaksi nyala (sebelumnya saya pernah post di blog ini). Jadi dengan manasin beberapa senyawa garam. Misalnya yang pernah dipake untuk uji nyala CaCl2, CuSO4, CrCl3, BaCl2,KCl, NaCl, CoCl2, sama SrCl2. Prinsip uji nyala juga sama dengan prinsip pembuatan kembang api tadi. Tapi buat skala lab uji kualitatif gini tentu aja pembakarannya pake api teklu kecil dan diamati deh nyala yang muncul pada api saat pemanasan.

Dari literatur buku Vogel Analisis Anorganik Kualitatif disebut kalau saat dipanasin CaCl2 memberi warna sindur merah (oranye kemerahan), CuSO4 memberi warna hijau kebiru-biruan, BaCl2 memberi warna hijau kekuningan ,KCl meberi warna lembayung muda,NaCl memberi warna kuning keemasan, sama SrCl2 memberi warna merah. Kurang lebih kalau ngeliat warna kembang api pas lagi lebaran, hajatan, atau tahun baruan mungkin bisa sekalian nginget senyawa-senyawa yang bahan dasar logamnya sama dengan kembang api juga kali yaa.. hueheheh 😀

Source: http://majarimagazine.com/2007/11/che-around-us-the-fireworks/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s