Analisis Total Sabun: an accident inside

Hari kamis kemaren saya praktek Analisis Total Sabun. Di sini saya sama temen-temen kelompok nganalisis sabun berdasarkan beberapa parameter. Jadi lewat analisis total sabun ini kita bisa tahu kualitas sabun dibandingin ke standar analisis yang dipake. Beberapa parameter yang kita analisis dalam sabun misalkan kadar asam lemak bebas atau alkali bebas, kadar lemak jumlah dalam sabun, dll.

Praktek kemaren, saya sama temen kelompok saya Reza, Ijah ngerasa kerja with messy. Mulai dari Reza yang harus 4x ngulang nimbang contoh buat kadar asam bebas. ckck. Kesalahan dimulai dari uji pendahuluan untuk tau di sabun ada alkali atau asam bebasnya. Pas uji pendahuluan sabun pake indikator Phenolphthalein.  Indikator PP yang ditetes di sabun nggak berwarna (PP di asam tidak berwarna, di basa merah). Jadi selanjutnya kita netapain kadar asam bebas di sabun karena uji pake PP gak berwarna, pake titrasi asam-basa.

Ternyata!!! Uji pendahuluannya itu nggak representatif , karena kita cuma nguji asam lemak/alkali bebas di satu sisi batang sabun aja, harusnya di beberapa bagian sabunnya. Heuuu ( -__- “ ) Kalau ternyata di sabun ada alkali bebasnya, kita bisa analisis jumlah alkali bebasnya dengan ngelarutin sabun pake alcohol netral, direfluks, dan ditiitar pake HCl. Tapi!!! Karena di uji pendahuluannya salah, yang dikira sabunnya itu mengandung ASAM BEBAS padahal mengandung ALKALI BEBAS, jadi dititar pake NaOH. Kapan dapet kadarnya????? Basa ketemu basa. Syukurnya di percobaan ke 4 dan ke 5, berhasil juga. Ckckck.

Kita tahu kalau sabun itu dibuat dari asam lemak yang direaksiin sama basa (reaksi penyabunan). Jadi kita bisa tahu jumlah asam lemak bebas di dalam sabun. Ada 2 cara yang bisa dipakai untuk netapin kadar asam lemak dalam sabun, cara kocok dan cara Cassia.

Dalam cara kocok, sabun dihidrolisis dulu dengan air, sambil dipanasin, dan ditambah asam  (pake HCl 25%). Kalau hidrolisis sabun udah sempurna (sampai terpisah dua lapisan, lemak dan air ), lemak bisa diekstraksi dengan pelarut heksan dalam labu kocok. Lemak larut dalam heksan. Kalau sudah bebas asam(dicuci dengan air), heksan yang mengandung lemak, bisa dipisahin dengan penyulingan (disuling pake Soxhlet).Tapi tapi tapi tapi!!!! There was an accident!!! Chemical becomes unfriendly when you treat them carelessly (-,- “)))

Pas praktek kemaren, ceritanya heksan udah selesai disuling, dilepas tuh sama si Ijah dari kondesor. Eh nggak taunya heksan dari dalam soxhletnya tumpah ke pemanas. Labu lemaknya kebakar dan ngeluarin asap. Si Ijah buru-buru ke wastafel ngamanin soxhlet. Baru aja saya bilang “Wew Keren” terus langsung saya angkat labunya dari pemanas, en prang duar!! Labunya meledak pas saya pegang. Emaaak!!! Heboooh dah!!! Uap heksannya bikin kebakar!!! Guru-guru dateng, kenapa ini, ada apa ini ? Begini bu..bla bla (saya coba jelasin degang tenang, walaupun tangan sama suara saya masih gemeteran karena kaget). SI Ijah malah nangis gara-gara siooookk. Haha 😀 Untungnya saya juga gak kenapa-napa. Karena kejadian itu, akhirnya ngulang lagi deh buat analisis kadar asam lemak jumlah cara kocok. ckck

Kalau belum pernah ngeliat proses ekstraksi, di sini saya masukin gambar ekstraksi lemak dengan pelarut heksan di dalam labu kocok dan juga soxhlet yang dipake dalam proses penyulingan.

Ya bisa diambil hikmahnya kalau kerja di lab dan pake bahan-bahan kimia yang gampang kebakar, surely we gotta be careful and don’t panic 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s