Finally! A Year before My Graduation!

Akhirnya beres juga Ujian Nasional. Yaa, this is the moment we’ve been waiting for, 12th  graders. National Exams? All done ! Yeah! Walapun saya selalu nggak bakal pernah setuju sama yang namanya UN, tapi mau gamau we gotta face it!!

Behubung saya sekolah di sekolah 4 tahun, orang-orang pasti ngira saya ikutan UN di kelas 4.

“Lu kelas 3 kan, Don? Wah berarti UNnya tahun depan dong??”

“Lu nggak UN dong don tahun ini?”

Bla bla bla… Kira-kira pertanyaan kaya gitu hinggap di kuping saya. 😀 Teman-temanku seangkatan, kita sama-sama menghadapi UN tahun ini kok.

Finally, amat sangat nggak kerasa sekarang udah setahun menuju “graduation”.  Setahun lagi? Kelas 4? Ngapain kelas 4? Time runs so fast. Hemm,, kalo di sekolah saya gini nih, kelas 4 itu (kalo nggak ada perubahan kebijakan yaa) cuma belajar 3 bulan doang, abis itu PKL (Praktek Kerja Lapang), terus lanjut ke Praktek Kimia Terpadu, terus nanti ada pengujian juga dari guru-guru. Saya belum tau yang pastinya gimana. Yang pasti ini udah setahun lagi mau lulus! Wish me luck yaa!

Rencana PKL, saya sebenernya udah rencana buat ke Pangkalpinang. Bukan nggak konsisten sama keinginan, tapi kalau PKL di luar pulau resikonya ada di Pengujian dari institusi, jadi kemungkinan ke Pangkalpinang tinggal 20% aja. Abiturku!! (>.<) Biarlah nggak ke Bangka Belitungnya tahun ini. So, then where do I decide to have my internship this year? Belum tau pastinya kemana (lagipula nggak enak euy nyebut nama institusi). Yang pasti, I can’t wait for that.

Buat temen-temen saya yang di SMA, this year is the end of your High School.  Masih ada SNMPTN juga sih tapi. Semangat semangat semangat !!! (^o^).

Advertisements

Kuinon dari Kumbang Pengebom

Kita pasti nggak asing kalo denger kumbang. Iya kan? Seperti kebanyakan hewan yang tercipta di bumi kita, kumbang juga punya cara buat mempertahanin diri. Gimanakah kumbang mempertahankan dirinya? Contohnya kumbang yang dikenal dengan nama Kumbang Pengebom punya cara buat pertahanin diri dari serangan predator. Kumbang pengebom pertahanin diri dengan nyemprot penyerang pake campuran panas bahan kimia beracun dari tubuhnya. Wew!!!

Jadi, bisa dibilang kumbang pengebom itu punya zat kimia di dalam kelenjar perutnya. Zat kimia yang beracun itu dikeluarin kumbang saat dia merasa terancam, caranya racun disemprotin pas di sasaran dan pake bunyi letupan keras.

What’s the poisonous substance? Komponen zat beracun kumbang pengebom itu dikenal sebagai 1,4-benzokuinon, 2-metil-1,4-benzokuion, sama air.

Jadi, gimanakah zat kimia itu bisa ada di kumbang pengebom? Check this one out:

Pertama, kelenjar perut kumbang pengebom itu tersusun dari dua bilik. Bilik-bilik itu saling berhubungan. Bilik-dalam kumbang mengandung 1,4-hidrokuinon, 2-metil-1,4-hidrokuion, sama Hidrogen Peroksida (H2O2) yang terlarut di air. Bilik-luar kumbang mengandung larutan air dari enzim peroksidase sama katalase.

Kedua, bilik-dalam sama bilik-luar dihubungkan oleh sebuah tube. Di dalam tube, katup satu arah berfungsi buat mencegah zat di kedua bilik bercampur kalau katup dalam keadaan tertutup. Aliran bakal mengalir dari bilik-dalam ke bilik-luar kalau katup dalam keadaan terbuka.

Ketiga, kalau kumbang pengebom ngerasa terancam, kumbang pengebom ngebuka katup, jadinya isi bilik-dalam ngalir deh tuh ke bilik-luar. And here the reaction starts: Enzim peroksidase nyebabin reaksi antara hidrogen peroksida sama hidrokuinon, hasilnya kuinon. Kalau enzim katalase bisa ngubah hidrogen peroksida jadi air sama oksigen. Reaksi ini bersifat eksotermal. Akhirnya keluarlah zat kuinon sama air panas dengan tekanan tingginya berasal dari O2 yang disemprot kumbang plus bunyi ketupannya.

Take a look at the reaction below:

Unik yaa caranya kumbang pengebom ngeluarin racunnya. Mungkin karena semprotan racunnya yang mengandung panas dan bunyi letupan keras, makanya kumbang ini dinamain kumbang pengebom. Hemmm dan rupanya kuinon ini nggak cuma dipake sama kumbang pengebom,di kumbang jenis lain, di kecoa sama labah-labah juga ada kuinon yang disekresi buat pertahanan diri.

Reference: Kimia Organik Kuliah Singkat Harold Hart-Leslie E.Craine-David J.Hart.

Analisis Total Sabun: an accident inside

Hari kamis kemaren saya praktek Analisis Total Sabun. Di sini saya sama temen-temen kelompok nganalisis sabun berdasarkan beberapa parameter. Jadi lewat analisis total sabun ini kita bisa tahu kualitas sabun dibandingin ke standar analisis yang dipake. Beberapa parameter yang kita analisis dalam sabun misalkan kadar asam lemak bebas atau alkali bebas, kadar lemak jumlah dalam sabun, dll.

Praktek kemaren, saya sama temen kelompok saya Reza, Ijah ngerasa kerja with messy. Mulai dari Reza yang harus 4x ngulang nimbang contoh buat kadar asam bebas. ckck. Kesalahan dimulai dari uji pendahuluan untuk tau di sabun ada alkali atau asam bebasnya. Pas uji pendahuluan sabun pake indikator Phenolphthalein.  Indikator PP yang ditetes di sabun nggak berwarna (PP di asam tidak berwarna, di basa merah). Jadi selanjutnya kita netapain kadar asam bebas di sabun karena uji pake PP gak berwarna, pake titrasi asam-basa.

Ternyata!!! Uji pendahuluannya itu nggak representatif , karena kita cuma nguji asam lemak/alkali bebas di satu sisi batang sabun aja, harusnya di beberapa bagian sabunnya. Heuuu ( -__- “ ) Kalau ternyata di sabun ada alkali bebasnya, kita bisa analisis jumlah alkali bebasnya dengan ngelarutin sabun pake alcohol netral, direfluks, dan ditiitar pake HCl. Tapi!!! Karena di uji pendahuluannya salah, yang dikira sabunnya itu mengandung ASAM BEBAS padahal mengandung ALKALI BEBAS, jadi dititar pake NaOH. Kapan dapet kadarnya????? Basa ketemu basa. Syukurnya di percobaan ke 4 dan ke 5, berhasil juga. Ckckck.

Kita tahu kalau sabun itu dibuat dari asam lemak yang direaksiin sama basa (reaksi penyabunan). Jadi kita bisa tahu jumlah asam lemak bebas di dalam sabun. Ada 2 cara yang bisa dipakai untuk netapin kadar asam lemak dalam sabun, cara kocok dan cara Cassia.

Dalam cara kocok, sabun dihidrolisis dulu dengan air, sambil dipanasin, dan ditambah asam  (pake HCl 25%). Kalau hidrolisis sabun udah sempurna (sampai terpisah dua lapisan, lemak dan air ), lemak bisa diekstraksi dengan pelarut heksan dalam labu kocok. Lemak larut dalam heksan. Kalau sudah bebas asam(dicuci dengan air), heksan yang mengandung lemak, bisa dipisahin dengan penyulingan (disuling pake Soxhlet).Tapi tapi tapi tapi!!!! There was an accident!!! Chemical becomes unfriendly when you treat them carelessly (-,- “)))

Pas praktek kemaren, ceritanya heksan udah selesai disuling, dilepas tuh sama si Ijah dari kondesor. Eh nggak taunya heksan dari dalam soxhletnya tumpah ke pemanas. Labu lemaknya kebakar dan ngeluarin asap. Si Ijah buru-buru ke wastafel ngamanin soxhlet. Baru aja saya bilang “Wew Keren” terus langsung saya angkat labunya dari pemanas, en prang duar!! Labunya meledak pas saya pegang. Emaaak!!! Heboooh dah!!! Uap heksannya bikin kebakar!!! Guru-guru dateng, kenapa ini, ada apa ini ? Begini bu..bla bla (saya coba jelasin degang tenang, walaupun tangan sama suara saya masih gemeteran karena kaget). SI Ijah malah nangis gara-gara siooookk. Haha 😀 Untungnya saya juga gak kenapa-napa. Karena kejadian itu, akhirnya ngulang lagi deh buat analisis kadar asam lemak jumlah cara kocok. ckck

Kalau belum pernah ngeliat proses ekstraksi, di sini saya masukin gambar ekstraksi lemak dengan pelarut heksan di dalam labu kocok dan juga soxhlet yang dipake dalam proses penyulingan.

Ya bisa diambil hikmahnya kalau kerja di lab dan pake bahan-bahan kimia yang gampang kebakar, surely we gotta be careful and don’t panic 😉