Analisis Total Pupuk

Di semester genap kelas 3 ini ada pembelajaran tentang Analisis Total Pupuk. Intinya penetapan Analisis Total Pupuk ini bisa kita laluin dengan baik, tapi entah mengapa there was something…..(?)

Ceritanya kita lagi netapin kadar P2O5 dalam pupuk TSP (TripleSuperPhosphate). Cerita tentang pupuk TSP, pupuk TSP itu pupuk buatan yang bahan dasarnya dari batuan Posfat yang didapet di alam.

Dalam analisis total pupuk TSP ini, ada salah satu parameter yang ditetapin, yaitu kadar Posfatnya sendiri sebagai P2O5 .Simplenya, penetapan ini bisa dilakuin dengan dasar kalau Posfat di dalam pupuk itu bisa kita endapin sebagai NH4MgPO4 (amonium magnesium posfat) putih dengan pereaksi pengendap campuran magnesia (MgCl2)  dan ammonium hidroksida (NH4OH, 1:10). pH untuk pengendapan ini harus diperhatiin soalnya Mg(OH)2 bisa ngendap di pH>10, kalau Mg(OH)2 ini ikut ngendap ngaruhnya kan ke kadar (jadi kesalahan positif). Selain itu, untuk keadaan endapan, endapan lebih gampang terbentuk di suhu dingin (es) sambil diaduk pelan, jadi harus didinginin dulu.

Tapi entah apa yang terjadi,  dua kelompok yang ngerjain penetapan ini gagal buat ngendapin. Masa iya pupuk TSP tapi nggak ada posfatnya??? Padahal, nggak ada yang salah (secara prosedur kerja), pereaksi juga keliatannya nggak bermasalah. Waktu kita tanya guru di lab, lah jadi pada bingung juga ibu guru. Hem, apakah salah ngambil sampel?? Eits!!! Jreng jreng itu gue yang nimbang contoh dan ngelarutin contoh!! (bicara dalam hati). Karena pupuk TSP yang udah dihalusin itu warnanya mirip sama semen (ou ou). Nggaklah, nggak mungkin salah kok.  Jadi, menurut Ibu di lab, itu bisa jadi ada kesalahan yang mungkin kurang sempurna di penggerusan contoh sama pelarutan contoh. Yaudah deh ngulang lagi. Thanks buat Ijah sama Ai yang udah susah payah ngulang.

Selain pupuk TSP, yang dianalisis juga pupuk ZA (Zwavelzuur Ammonium) atau Amonium Sulfat sama pupuk Urea. Ada banyak parameter yang bisa dianalisis dari berbagai jenis pupuk ini, mulai dari pH,kadar ammonia bebas, uji biuret,air,dll. Salah satunya kalau buat pupuk ZA yang mengandung 21% N bisa kita analisis caranya mendestilasi contoh dengan NaOH sehingga kita dapetin Nitrogennya dari bentuk (NH4)2SO4 menjadi NH3 kemudian dilanjutin sama penitaran untuk analisis kuantitatifnya.  Begitu juga di pupuk Urea bisa ditetapin kadar nitrogennya.

Sedikit berbagi tentang alat destilasi ini. Di sini ada gambar pas lagi di lab bareng alat destilasi.

Kalau soal di lab, mungkin saya lebih bisa banyak share tentang teknis pengerjaan sama dasar analisis yang dipake untuk analisis kuantitatifnya, soal teori mungkin ada sumber-sumber lain yang bisa mendukung pemahaman analisis ke tahap berikutnya. Semoga berguna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s