Bukan Sekolah Farmasi

Sekolah saya bukan sekolah farmasi. Loh kok?

Jadi begini, setelah hampir 3 tahun di sekolah kimia kaya SMAKBo, saya ngerasain banyak hal, ngerasain bedanya dunia anak SMK sama SMA. Ya overall bersyukurlah dengan banyak hal yang saya dapet. Salah satu yang sering saya jumpai dan dengar, banyak orang yang nganggep kalo SMAKBo sama kaya sekolah kejuruan Farmasi, atau sekolah yang belajar obat-obatan.

Saya juga bingung sih, keliatannya banyak yang ngira kalo sekolah kimia macam sekolah saya itu ngehasilin lulusan yang kerja jadi apoteker. Faktanya lulusannya itu banyak yang kerja jadi analis kimia.
Berikut ini beberapa pengalaman yang saya alamin.

Satu waktu di bis sepulang sekolah, ada seorang Ibu duduk di samping saya dan kita ngobrol-ngobrol deh.
“Sekolah dimana dek?” tanya Ibu itu.
“SMAKBo Bu” jawab saya.
“SMAKBo? Oh sekolah Farmasi itu bukan ya? “ tanya Ibu itu lagi.
“Bukan Bu. SMAKBo tuh bla bla bla.” jawab saya (berusaha gejelasin ke Ibu itu).

Ada juga dulu temen SMP saya, waktu dia ketemu saya, dia bilang “Wah lu mah pasti belajar obat-obatan kan di sekolah lu. Ntar lu kerja jadi apoteker dah don dan seterusnya”

Bukti yang satu ini lagi kejadianya pas di Facebook. Satu waktu saya ngudate status dan ada yang comment. Bisa di liat gambar di bawah.

Nah dari beberapa kejadian itu saya mikir mungkin ada baiknya share tentang ini supaya pada nggak salah ngira lagi. hhe

Sepanjang yang saya tau di sekolah saya itu banyak nerapin ilmu kimia analisis terutama skill praktek (namanya juga smk). Kimia analisisnya juga diarahin buat bidang yang nggak terbatas sama industri Farmasi aja. Jadi sebagian besarnya, peluang untuk bekerjanya ya tentu jadi analis kimia. Apa yang dilakuin analis kimia ? Yang saya tau dari guru, kakak kelas, dan bacaan dari beberapa sumber, analis kimia banyak dipakai di laboratorium Quality Control. Jadi bisa dibilang kalau di SMAKBo itu nggak belajar ilmu Farmasi tapi lebih ke analisisnya.

Misalkan di sekolah ada yang disebut praktik kimia terpadu. Di sini salah satunya  belajar tentang analisis terhadap bahan pangan. Misalkan nentuin kadar pengawet dalam makanan. Jadi kita bisa tau kandungan-kandungan dalam contoh itu sesuai atau nggak sama standar yang dipakai (biasanya masih dibandingin sama SNI). Malahan kita juga ada lab mikrobiologinya. Di lab analisis mikrobiologi kita belajar cara menghitung jumlah bakteri juga. Misalkan kaya analisis mikrobiologi terhadap saos, kecap, minuman, air kamar mandi, dll.

Untuk sekarang saya belum bisa ngejelasin banyak juga tentang yang dilakuin di lab-lab di luar sekolah (di industri). Saya juga masih banyak nanya sama kakak kelas. Mungkin nanti kalau udah praktek kerja lapang bisa lebih banyak share. Tapi setidaknya saya bisa share kalau selama saya sekolah di SMAKBo (dari 2008-sekarang ini) yang saya dapet, sekolah saya itu nggak sama kaya sekolah farmasi yang kaya dianggep beberapa orang yang saya temuin itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s