Inside the Chocolate

Saya salah satu orang yang suka coklat.  Pokonya apapun yang ada coklatnya buat saya enak. Itu kenapa saya seneng kalo ngasih seseorang coklat sebagai tanda ucapan maaf dan terimakasih atau sebagai hadiah.hhe

Pernah denger pohon Theobroma cacao?

Dari pohon inilah coklat berasal. Theobroma cacao ini pohon yang tumbuh di daerah tropis di Amerika Tengah. Kata Coklat itu datengnya dari kata Nahuatl Chocolatl, artinya air pahit (biitter water). Coklat pertama kali diproduksi jadi choco bar sama perusahaan “Fry and Sons of Bristol” Inggris (1874).

So gimana coklat diproses?

Biji dari pohon cacao bakal diolah jadi coklat setelah panen. Biji cacao ini difermentasi sekitar seminggu (7hari), terus dikeringin. Bakal lebih bagus kalo pengeringannya dilakuin di bawah sinar matahari langsung. Di industri biji coklat yang udah dibersihin dari pengotor (pasir atau pengotor lain), dipanggag terus ditumbuk. Bagian dalam biji coklat terus dijadiin potongan kecil, namanya Nibs. Setelah Nibs digiling, bisa diperoleh cairan kental, namanya Chocolate Liquor. Chocolate Liquor diekstraksi terpisahlah lemaknya. Lemak coklat (cocoa butter) dipisah dan liquor tadi dikeringin sampai jadi bubuk (cocoa powder). Lemak coklat sendiri nanti jadi bahan dasar pembuatan coklat putih (White Chocolate).

Kalo kita liat kan coklat ada beberapa tuh jenisnya, ada Dark Chocolate, Milk Chocolate, sama White Chocolate. Semuanya itu bahan dasarnya sama dari cacao juga, cuma, beda diproses pengolahannya. Kalo Dark Chocolate itu campuran coklat yang ditambahain sama cocoa butter (lemak coklat), gula, sama vanilla, terus diproes lewat proses conched sama tempered. Dalam proses ini coklat yang diolah didinginkan pada kondisi tertentu juga untuk ngejaga gula sama lemak terkristalisasi di bentuknya yang paling stabil. Kalo Milk chocolate dalam prosesnya, campuran dark chocolate ditambahin susu atau cream. Kalo White chocolate diproses dari lemak coklat (cocoa butter) yang ditambahin susu, lemak susu, dan pemanis.

Viskositas (kekentalan) dan ukuran partikel perlu diperhitiin saat proses pembuatan coklat. Alasannya coklat itu diproses dalam bentuk cairnya kan , nah jadi penting buat perhatiin sifat fisiknya ini. Lemak dalam coklat bisa menurukan  viskositas coklat. Pengganti lemak bisa juga emulsifier semacem lecithin.

Menurut Stephen T. Beckett, Kepala departemen di Nestlé Product Technology Centre, York, England, dan penulis buku “The Science of Chocolate” (Cambridge, U.K.: Royal Society of Chemistry , 2000) ada kurang lebih 800 senyawa kimia di dalam coklat. Coklat itu punya grup polyphenolic (flavanoids atau catechins), senyawa ini bisa jadi anti oksidan buat cegah kolestrol rendah. Untuk milk chocolate, 40 gramnya mengandung 300 mg flavanoids dan catechins. Untuk Dark chocolate bisa lebih banyak.

Walaupun ada manfaatnya juga, sebenernya coklat itu termasuk makanan yang miskin nutrisi.  Coklat itu 25-35 % terdiri dari lemak sama 50% gula. So, konsumsi cokat juga jangan banyak-banyak.

Hemm.. dan apa yang nyebabin coklat bisa bikin mood jadi lebih baik? Nah coklat itu ,terutama coklat hitam, bisa memicu hormon endorfin (hormon yang memberi rasa rileks). You can try this.

Source : majarimagazine.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s