Riskannya di Tambang Batubara

Beberapa minggu kemaren kaka-kaka kelas 4 masih pada sibuk nyariin tempat buat PKL. Hemm, berarti saya taun depan dongg.. hahha. Masihhh lama, tapi pasti gak taunya cepet aja kerasanya ntar. Keinget soal tempat PKL, saya sempet nanya alumnus yang rupanya pernha PKl di salah satu balai penelitian tambang dan batu baru di daerah Bandung.

Hem, denger kata batu bara, saya jadi inget, saya pernah baca beberapa hal tentang batu bara, nggak ada salahnya dibagi lagi kali yaa. Hhhe. Batubara itu kan terbentuk dari tumbuhan purba yang berubah bentuk dari proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. Karena berasal dari material organik yaitu selulosa, udah tentu dong batubara tergolong mineral organik juga.

Singkatnya, reaksi pembentukan batubara itu kayak gini :
5(C6H10O5) —> C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O + 6CO2 + CO

Jadi C20H22O4 adalah batubara. Batu bara ini bisa berjenis lignit, sub-bituminus, bituminus, atau antrasit, tergantung dari tingkat pembatubaraan yang dialami. Konsentrasi unsur C juga bakal makin tinggi seiring sama tingkat pembatubaraannya. Nah, dalam pembentukan batu bara ini, ada banyak gas juga yang ikut terbentuk, diantaranya metan, karbon dioksida sama karbon monoksida, dan gas-gas lain. Gas-gas ini bakal masuk dan terperangkap di celah-celah batuan yang ada di sekitar lapisan batubara.

Secara teoretis, jumlah gas metan yang terkumpul pada proses terbentuknya batubara bervolume satu ton adalah 300m3. Kondisi terperangkapnya gas ini bakal terus berlangsung ketika lapisan batubara atau batuan di sekitarnya tersebut terbuka akibat pengaruh alam kaya longsor atau karena penggalian (penambangan).

Hem, di tambang dalam batubara rupanya ada banyak gas-gas yang dibagi jadi gas berbahaya (hazardous gas) dan gas mudah nyala (combustible gas). Gas berbahaya udah pasti adalah gas yang berpotensi ngeganggu kesehatan atau ngakibatin kematian pada manusia. Gas menyala sendiri adalah gas yang punya potensi buat nyebabin kebakaran atau ledakan di dalam tambang. Di tambang dalam ini, gas berbahaya yang sering ditemuin antara lain karbon monoksida (CO), sedangkan yang bisa muncul tapi jarang ditemuin misalnya hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2).

Gas CO adalah gas yang nggak berwarna,nggak berasa, nggak berbau, dan punya berat jenis sebesar 0,967. Di udara biasa, konsentrasinya adalah 0 sampe beberapa ppm, dan nyebar secara merata di udara. CO timbul dari pembakaran yang nggak sempurna, ledakan gas dan debu, swabakar, kebakaran dalam tambang, peledakan (blasting), pembakaran internal pada mesin, dll. Gas ini sangat beracun karena kekuatan ikatan CO terhadap hemoglobin 240-300 kali dibandingkan ikatan oksigen dengan hemoglobin. Ckckc. Wow.. Selain beracun, gas ini sebenarnya juga punya sifat meledak, dengan kadar ambang ledakan adalah 13-72 persen. So pay attention sama kesehatan kita yaa kalau kita lagi di tengah jalan raya terus ada banyak gas knalpot kendaraan, itu kan ada gas COnya. Hemm…

Untuk gas mudah nyala yang ada di tambang batubara, sebagian besar adalah gas metan (CH4). Metan adalah gas ringan dengan berat jenis 0,558, nggak berwarna, dan nggak berbau. Gas ini muncul secara alami di tambang batubara bawah tanah sebagai akibat terbukanya lapisan batubara dan batuan di sekitarnya karena kegiatan penambangan. Dari segi keselamatan tambang, keberadaan metan harus selalu dikontrol karna sifatnya yang bisa meledak itu. Gas metan bisa terbakar dan meledak ketika kadarnya di udara sekitar 5-15 persen dengan ledakan paling hebat pada saat konsentrasinya 9,5 persen terus ada sumber api yang memicunya.

Wah, ngeliat potensi bahaya yang ada di tambang batubara ini kayaknya bikin tambah tau kenapa riskan banget buat kerja di daerah pertambangan yaa. Apalagi kalo kita nggak punya keberanian buat ngehadapin hal-hal bahaya di daerah tambang bisa repot. So, kalo ada yang niat buat ngambil pertambangan sebagai bidang yang mau ditekuni, kayanya harus sering-sering baca tentang tambang dan semua potensi bahayanya juga deh. Justru makin banyak dibaca jangan makin takut juga kali ya. Hehe. Jangan juga motivasi mau ngambil tambang karna soal gaji kerja di pertambangan gede aja, gaji si gede si gede tapi bahayanya juga gede. It’s challenging lah.

Sumber : majarimagazine.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s