Alkaloid dari Dart Poison Frog

Ada yang pernah denger dart poison frog? Itu nama kodok beracun, salah satu famili amfibia kecil yang warna kulitnya warna warni gitu. Kodok itu asalnya dari Kosta Rika, Panama, Ekuador, dan Kolombia. Warna kodok ini, biarpun warna-warni dan cerah, tapi itu jadi hal yang menakutkan buat pemangsanya karena pemangsa nggak mau makan kodok ini. Ini karena katak beracun ini mengsekresikan alkaloid beracun dari kelenjar di permukaan kulitnya.

Waaaw… Sanking beracunnya inilah, senyawan hasil sekresi katak ini juga pernah dipake sama masyarakat setempat buat ngeracunin sumpit yang dipake buat berburu, jadilah nama katak ini dart poison frog (dart= sumpit).

Alkaloid sendiri itu adalah senyawa mengandung nitrogen yang bersifat basa dari tumbuhan atau dari hewan, umumnya alkaloid punya struktur yang rumit dan punya sifat farmakologis (faali) yang nyata. Kebanyakan sifatnya pun beracun.

Nah, alkaloid yang terdapat pada kulit katak beracun ini udah diteliti sama para ilmuwan dari The National Institutes of Health dengan cara mengisolasi senyawaan ini dan juga digunakan teknik spektroskopi massa dan spektroskopi NMR untuk memperoleh struktur dari banyak senyawa yang ada dalam sekresi kulit katak ini. Sejauh ini udah ditentukan struktur dari hampir 200 jenis alkaloid dan yang paling beracun dari racun ini adalah batrakotoksin ( dari Phyllobates terribilis), satu dari contoh alkaloid steroid. Racun (toksin) lainnya ada histrionikotoksin (dari Dendrobates histrionicus) sama pumiliotoksin B (dari Dendrobates pumilio).

Hemmmn, sebenernya banyak dari senyawa-senyawa beracun itu diproduksi hanya dalam kuantitas microgram oleh katak beracun ini jadi sintestis laboratorium banyak dikembangin buat mengkonfirmasikan struktur dan juga buat persediaan bahan kajian farmakologis. Ternyata di dalam saraf, sebagian besar senyawaan beracun ini bekerja dengan mempengaruhi transport ion lewat membran sel. Akibat sifat ini, alkaloid ini sekarang dipake buat alat penelitian bidang neurosains.

Nah, semoga info ini berguna. Informasi ini saya baca dari buku Kimia Organik Kuliah Singkat Harold Hart-Leslie E.Craine-David J.Hart. Bukunya tebel banget tapi lengkap tentang organiknya. Apalagi kalo yang mau jadi dokter dan perlu ilmu organik yang berhubungan sama ilmu kedokterannya, mungkin buku ini bisa nambah-nambah ilmu juga. Hhee.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s