Penetapan Fe metode Ortho-Phenanthroline

Hari Kamis kemaren, kaya biasa, menghabiskan waktu di lab analisis instrumen. Penetapan kemaren saya dapet penetapan kadar Fe metode Ortho-Phenanthroline dengan spektrofotometer UV-1201. Pagi itu, saya sama temen-temen yang dapet penetapan yang sama seperti biasa dikuis, terus langsung kerja deh.

Yang bikin seru dari penetapan ini, karena spektrofotometer yang dipake cepet banget kerjanya dibanding sama spektrofotometer lain yang pernah saya pake. Maklumlah, baru pertama kali soalnya pake spektro yang ini. Hhee.

Prinsip dari penetapan ini intinya ion Fe2+ bereaksi dengan pereaksi O-phenanthroline ngebentuk senyawaan kompleks yang warnanya merah sindur dan stabil di pH 3,00-4,00 terus diukur absorbansinya pake spektrofotometer di lamda 510nm.

Di lab instrumen saya kerja bareng Dinda. Seperti biasa kita berdua nyiapin alat dan bahan. Bahan-bahan yang dipake itu CH3COONa, CH3COOH, Hidroksilamin 10%, O-phenanthroline 0,25 % (fresh), larutan Induk Fe 100 ppm, sama contoh. Langsung deh kita berdua siapin deret standar sampai ke contoh-contohnya juga semua, terus ditambahin pereaksi. Mulai dari ngatur pH, ditambahin Hidroksilamin (mereduksi Fe3+) baru deh O-phen, udah semuanya beres, let’s go to the lovely Spectrophotometer. Hhee.

Penetapan-penetapan sebelumnya sebenernya nggak kalah serunya sama penetapan ini sih. Cuma Spektrofotometer yang dipake di penetapan ini bikin kerjaan lebih cepet dan operasiin alatnya juga nggak ribet. Hoho. Drive cellnya itu itu terdiri dari 6 kuvet. Kebayang dong cepetnya, dibanding sama spektofotometer Hitachi atau GBC Cintra yang ada di lab juga yang cuma make 1 kuvet buat ngukur larutan dari deret sampai contoh. Kalo pake Spektrofotometer UV-1201 ini kan, bisa langsung dipake 6 kuvet buat ngukur absorbansi deret sampai contoh. Kurang dari 30 menit juga bisa langsung selesai. Senengnya… haha.

Oh iya, ujian analisis instrumen kemaren saya dapet penetapan lamda maksimum pake spektrofotometer Hitachi. Seneng sih hhhee, soalnya saya suka ngoperasiin alatnya, masukin lamda, masukin shutter, masukin blanko, masukin deret contoh (deret tengah), baca absorbansinya (SOPnya nggak cuma gitu doang juga). Terus aja ngulangin cara itu, cuma ngeganti lamda pengukuran aja sesuai sama range lamda yang mau dicari. Nanti lamda yang ngehasilin absorbansi paling tinggi itu deh lamda maksimumnya. Thanksnya saya bisa ngerjain dengan baik walaupun awal-awalnya gemeteran. Hhaa. Abisnya dinilainya kan diliatin sama guru, jadi grogi. Jadi malu.. moga-moga ujian berikutnya nggak gitu deh. Hhaa. Thanks Instrumental Analysis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s