Mengapa sabun dapat melarutkan minyak ?

Setiap hari kita menggunakan sabun dan air sebagai media untuk membersihkan kotoran. Mencuci tangan dengan sabun menjadi bagian penting dalam aktivitas kita, alasannya tangan kita adalah bagian yang paling sering bersentuhan dengan banyaknya kotoran atau kuman. Kebanyakan kotoran yang menempel pada tangan kita berupa lemak atau minyak dan untuk menghilangkannya dari tangan kita digunakanlah sabun untuk menbersihkan tangan.

Lemak atau minyak adalah triester dari gliserol dan disebut trigliserida (Harold Hart, Leslie. E. craine, David. J. Hart.2003. Kimia Organik) Lemak atau minyak diperoleh dari pendidihan alkali yang kemudian diasamkan lalu diperolehlah gliserol dan campuran asam lemak (fatty acid). Minyak goreng contohnya, mengandung asam lemak (Asam lemak : asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rantai C lebih dari 6.), yakni asam lemak jenuh (saturated fatty acid) dan asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuh yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari asam miristat, asam palmitat, asam laurat, dan asam kaprat dan asam lemak tidak jenuh dalam minyak goreng berupa asam oleat, asam linoleat, dan asam linolen.

Sabun sendiri merupakan garam dari asam lemak berantai panjang yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi ( Saponifikasi : reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa kuat, misalkan oleh NaOH atau KOH menghasilkan garam dan gliserol).

Sabun dalam bantuan media air akan melarutkan lemak atau minyak. Kerja sabun itu didasari oleh gaya tarik antara molekul kotoran (lemak), sabun, dan air. Air (H2O) bersifat tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau pada kondisi tekanan 1 bar dan suhu 0 derajat Celcius, dan digunakan sebagai pelarut universal karena air bisa melarutkan berbagai zat kimia, dan kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Karena adanya gaya tarik menarik itulah, maka lemak dapat larut dengan sabun dalam media air.

Gaya tarik antara dua molekul polar (gaya tarik dipol-dipol) menyebabkan larutan polar larut dalam larutan polar. Molekul polar mempunyai dipol yang permanen sehingga menginduksi awan elektron non polar sehingga terbentuk dipol terinduksi, maka larutan nonpolar dapat larut dalam non polar. Saat kita mencuci tangan dengan sabun, air yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non polar. Maka dari itu lemak yang menempel pada tangan akan larut bersama sabun dengan bantuan air.

Source :
http://www.majarimagazine.com

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa sabun dapat melarutkan minyak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s