Human Errors at Laboratory (Part 1)

Hari Jumat adalah hari praktikum Analisis Kimia Terpadu buat anak-anak kelas 12-6. Jumat lalu, kelas saya kebagian praktikum pagi, masuk jam 08.30. Pagi itu, saya udah sampai di sekolah jam 07.00 di depan lab AKT. Ternyata udah ada Assad, Lanny, dan Wike di depan lab dan mereka sedang sibuk ngebahas tentang penetapan yang bakal mereka lakuin di lab nanti.

Hari itu, saya dapet giliran penetapan kadar abu dan kadar NaCl dalam makanan. Makanan yang dianalisis itu margarin, ikan asin, dan biskuit. Pagi itu saya agak kewalahan, karena saya belum nulis bagan kerja untuk penetapan hari itu. Hhheee. Di lab, saya kerja kelompok bareng Ijah dan Reza.

Sayangnya, baru pagi itu Ijah kasih kabar kalau dia nggak masuk sekolah karena sakit diare ditambah lagi sama Reza yang sampai jam 08.20 belum juga dateng. Karena kondisinya kayak gitu, jadi saya nggak sempet deh diskusi banyak-banyak soal penetapan, tapi memang kebetulan juga penetapannya nggak susah-susah banget, cuma make dasar gravimetri sama argentometri.

Karena Ijah nggak masuk, artinya saya cuma kerja berdua sama Reza, jadi agak lama deh. Waktu itu, saya sama Reza mulai nyusun strategi kerja, mau mulai dari mana. Akhirnya, kami mutusin buat manasin dan mijarin cawan porselen kosong duluan, supaya nanti bisa ditimbang cawan kosongnya.

Kami mulai penetapan kadar NaCl dalam margarin. Reza mulai dengan menimbang contoh margarin. Jujur, sebenernya saya sama Reza masih bingung sama prosedur kerja yang kita dapet dari temen yang udah praktek. Di prosedur, dibilang contoh dilarutin terukur di labu 100 ml. Kita lakuin begitu. Contoh dilarutin pake air panas dan tentu aja dong terbentuk dua lapisan (gliserol sama asam lemak). Nah, saya sama Reza mikir, asam lemaknya mau dikemanain. Ya udah tuh, akhirnya saya ama Reza tanya sama Pak Thamin.

“ Bapak, bapak, ini margarin yang udah dilarutkan(sambil nunjukin labu), dan ternyata terbentuk dua lapisan. Jadi gimana ya Pak ngilangin lapisan atasnya? “ kata saya.

“Haduh………………. Kenapa dilarutkan di dalam labu ukur 100 ml? “ kata Pak Thamin.

“Kalo ngikutin prosedur kerjanya gitu Pak.” kata Reza.

“Kalian tahu dari mana prosedur kerja seperti itu” kata Pak Thamin.

“Dari temen yang udah praktek Pak” jawab saya.

“Aduh, kalian itu nggak tau prosedur kerja dari mana main ikutin aja ? Ini seharusnya bisa langsung di dalam Erlenmeyer saja, tidak perlu dimasukan dalam labu ukur, ribet jadinya”

Saya sama Reza cuma bisa senyam senyum aja, padahal Bapak udah kelihatan keriting wajahnya karena prosedur kerja kami yang dianggap nggak jelas. Hhheee..

Akhirnya Pak Thamin kasih solusi,
“ Ya sudah, karena sudah terlanjur, sekarang kalian tunggu dingin dulu contohnya, dan kalian lihat ini, di labu tertera suhu 20 derajat celcius. Jadi kalian kurang lebih tunggu sampai suhu contoh sama dengan suhu ruang, setelah itu, dihimpitkan dan contoh disaring untuk memisahkan dua lapisan ini. Jangan lupa diberi kapas pada kertas saring nanti supaya asam lemaknya tidak terbawa. Nanti dipipet contoh dan dititar.”

Saya sama Reza pun kembali ke meja kerja. Tapiii, terjadilah human error pertama.

“ Jadi, mau disaring apa mau ngulang lagi za??” kata saya.

“Udah ulang lagi aja deh, tapi langsung masuk erlenmeyer, nggak perlu saring-saringan lagi dah, ribet kayaknya. Hhhaa” kata Reza sambil nyengir.

Dengan santainya, ya sudah, saya buang tuh contoh yang ada di labu ukur. Nggak lama, saya langsung nimbang contoh deh. Sama Reza contoh dilarutin dan masuk ke dalam Erlenmeyer, ditambahkan MgO dan indikator K2Cr2O7, diencerkan, dititar dengan AgNO3.

Selagi Reza menitar contoh margarin, saya lagi mau manasin contoh ikan asin di cawan porselen. Tadaaaaaam, dengan santainya saya menyalakan teklu dan keluarlah asap penuh dari ikan asin yang dipanasin dan itu bauuu banget.

Nggak lama Pak Thamin bilang “ Siapa ini yang bakar-bakar, asapnya ke mana mana??!!”

Bapak langung nengok ke saya dan bilang “ Atuh neng, kalau memanaskan contoh ya di ruang asam, supaya asapnya nggak kemana-mana. Menyebabkan polusi lingkungan lab aja kamu ini. Gimana ..”

Temen-temen di depan meja kerja saya yang lagi penetapan kadar lemak, malah ngetawain saya semua. Hadduuuh, dodol yaaaa. Huaaa, inilah human error ke dua.

To be continued..

Advertisements

One thought on “Human Errors at Laboratory (Part 1)

  1. solusi says:

    I just like the valuable information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check once more here regularly.
    I’m somewhat sure I will learn many new stuff right here!
    Good luck for the next!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s