Alkohol (etanol dan metanol) sebagai obat dan racun ?

Beberapa hari lalu saya ada kelas Kimia Organik. Tumben, hari itu saya bisa fokus buat belajar. Materi pembelajaran di kelas saat itu sebenrnya adalah tentang Amina. Guru kimia organik untuk kelas 12 ini adalah Ibu Guru yang disenangi oleh banyak murid di sekolah, selain cara mengajarnya yang asik dan pengetahuannya yang luas, Ibu ini juga punya kemampuan bahasa Inggris yang juga bagus, pokoknya asik deh .

Seperti biasa, Ibu masuk kelas, dan mulai membahas materi tentang Amina. Kami sih baru belajar penamaan IUPAC dan common name untuk Amina. Menjelang akhir pembelajaran, Ibu membicarakan bahaya yang ditimbulkan oleh turunan Amina, tapi tiba-tiba agak sedkit menyinggung ke bahaya metanol. Ibu bilang bahwa metanol berbahaya. Wah, padahal metanol atau pun etanol ini juga sering dipakai di lab kami.

Sampai di rumah, entah kenapa tiba-tiba saya lagi niat baca buku Kimia Organik Drs. Riswiyanto S., M.Si. Beliau seorang staf pengajar di Departemen Kimia FMIPA-UI sejak tahun 1982-sekarang dalam mata kuliah Kimia Organik. Ternyata saya menemukan apa yang dibahas Ibu siang itu. Dijelaskan bahwa etanol dan metanol merupakan depresan sistem saraf yang banyak digunakan dalam kedokteran. Namun, ternyata konsumsi etanol dan metanol secara berlebihan, efeknya bisa sama dengan orang yang memakai anestesi. Konsentrasi alkohol 0,3%-0,4% dapat menghilangkan kesadaran, konsentasi di atas 0,6% mempengaruhi kerja jantung, dan dapat mengakibatkan kematian.

Sekarang ini nggak jarang kan kita denger berita di media, ada banyak korban meninggal akibat pesta minuman keras oplosan yang tentu saja biasanya dioplos dengan akohol (metanol atau etanol). Ternyata emang nggak heran banyak orang meninggal kalau meminum alkohol. Rupanya etanol yang masuk ke dalam tubuh itu diabsorpsi di lambung dan usus kecil dan disebarkan ke seluruh tubuh. Etanol ini akan menghambat produksi hormon, akibatnya produksi urin dan dehidrasi meningkat. Parahnya, metabolisme etanol dalam hati dioksidasi melalui dua tahap, menjadi aldehida dan asam asetat. Asetaldehida ini akan menjadi toksik dalam hati.

Apalagi metanol. Walaupun merupakan senyawa alkohol paling sederhana, metanol sangatlah beracun. Menghirup 15 ml metanol dapat mengakibatkan kebutaan dan jika sampai 30 ml menyebabkan kematian. Metanol dalam tubuh akan dioksidasikan menjadi formaldehida dan asam formiat. Tapi belum diketahui jelas juga, apakah formaldehida atau asam formiat ini dapat menyebabkan kebutaan. Sebagai antidot terhadap keracunan metanol dan asam formiat adalah meminum larutan natrium bikarbonat untuk menetralkan asam.

Tapi, tetep aja yaa, jangan sampai keracunan metanol atau etanol. Bukan sesuatu yang bisa disepelekan lho. Hhehe.. Bisa fatal akhirnya.
Semoga Berguna 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s