Analisis Kimia Terpadu

Kelas 3 sekarang ada banyak hal-hal baru untuk dipelajari, salah satunya adalah Analisis Kimia Terpadu. Saya mungkin hanya bisa sedikit berbagi tentang apa saja yang kami lakukan di dalam laboratorium kimia yang satu ini. Di lab ini siswa-siswi dihadapkan pada beberapa hal tentang analisis, terutama analisis pada bahan makanan yang biasanya sering kita konsumsi. Di sini, kebanyakan juga dipelajari kimia organik untuk mendukung pengerjaan analisis.
Ada beberapa penetapan yang dipelajari melalui laboratorium ini :
1. Penetapan Kadar Abu dalam makanan
2. Penetapan Kadar Protein
3. Penetapan Kadar Karbohidrat
4. Penetapan Bilangan Peroksida
5. Penetapan Bilangan Iod
6. Penetapan Bilangan Asam
7. Penetapan Bilangan Penyabunan dll
Berhubung di dalam laboratorium ini digunakan banyak pelarut organik yang bersifat mudah terbakar dan memiliki bau yang menyengat, diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pekerjaan terutama untuk keselamatan kerja.

Saya sendiri bersama kelompok baru saja sempat melakukan penetapan kadar protein. Kebetulan kami menganalisis kadar protein dalam ikan asin. Penetapan kadar protein ini ditetapkan dengan cara atau metoda Kjeldahl.

Dalam penetapan ini ada 3 tahapan yang harus dilakukan, yakni Destruksi, Destilasi, dan Titrasi. Dinamakan metode Kjeldahl adalah karena pada proses pengerjaan awal (destruksi) menggunakan labu Kjeldahl. Perlu diperhatikan harga labu ini cukup mahal, jadi harus hati-hati menggunakannya 😛 hhe.

Protein tersusun atas sebagian besar senyawaan nitrogen, oleh karena itu dengan mengetahui kadar N di dalam analat, maka dapat diketahui kadar proteinnya,caranya mengalikan kadar N dengan faktor koreksi (fk bergantung pada jenis makanan yang dianalisis). Tahap destruksi di awal ini adalah bertujuan mengubah senyawaan N-organik menjadi N-anorganik . Oh iya, dalam penetapan ini digunakan juga pereaksi pekat, yakni asam sulfat pekat, hati-hati yaa asam sulfat pekat sangat korosif . Destruksi memerlukan pendidihan untuk membentuk (NH4)2SO4 ,pamanasan ini akan melepaskan gas SO2 yang berbahaya, hati-hati yaaa ;P maka itu dilakukan di dalam ruang asam. Memakai masker kain saja kadang tidak cukup, kalau mau lebih aman bisa menggunakan respirator juga kok.

Nah, setelah terbentuk, (NH4)2SO4 dilakukan destilasi (digunakan NaOH) untuk mendapatkan NH3. Dalam destilasi bisa digunakan penampung berupa asam ( H3BO3 atau HCl misalnya) untuk menampung NH3 yang dilepaskan. Lalu setelah itu dilakukan penitaran asidimetri atau alkalimetri (tergantung penampung)untuk mendapatkan kadar Nitrogen.

Hemm, kira-kira itu yang bisa dishare, kalau mau tahu tentang apa yang kami lakukan bisa juga datang ke SMAKBo, ada guru-guru berpengalaman yang bisa ditanya atau kalau mau datang ke perpustakaan SMAKBo untuk mencari beberapa referensi buku yang mungkin saja mendukung. Semoga berguna 😀

Advertisements

One thought on “Analisis Kimia Terpadu

  1. Tri Wijining Setyo says:

    Bagus, blog anda sangat membantu 🙂
    Kalau bisa untuk penetapan kadar lain yang dibahas di mapel kimia terpadu dibahas juga. Salam kenal ya, dari SMKN 2 Tangerang, Kimia Analisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s