Mengapa Langit Biru

Warna biru adalah warna favorit saya. Apalagi langit biru. Tapi tahukah kita mengapa langit itu bisa berwarna biru sehingga banyak orang yang menyukainya? let’s see that 😀

Pertama, langit itu sama sekali tidak selalu biru, melainkan mempunyai warna yang sangat berbeda-kadang abu-abu atau hitam, kadang merah atau emas, lalu hampir putih lagi atau malah biru mengilat. Mengapa langit hitam itu mudah dijelaskan. Langit selalu hitam d malam hari. Bahkan waktu bintang-bintang berkelip dan berpijar, langit itu hitam. Dan, kenapa? Matahari tidak bersinar. Sayangnya langit itu abu-abu bila udara penuh sekali dengan gas kotor,sering terjadi di atas kota-kota besar, atau di dekat kompleks pabrik yang tak henti-hentinya meniupkan kotoran ke udara lewat cerobong asap. Dan, pada pagi hari dan malam hari sering berwarna merah.

Warna langit rupanya berkaitan dengan kedudukan matahari dan dengan kebersihan dan kejernihan udara. Tetapi, warna langit juga berhubungan dengan sifat khusus dari cahaya yang kelihatan : Cahaya putih dari matahari merupakan campuran semua warna pelangi, mulai cahaya gelombang pendek biru, ke hijau, kunung dan jingga, sampai cahaya gelombang panjang merah. Untuk samapa ke atmosfer, cahaya putih matahri pun harus melewati atmosfer.

Atmosfer terdiri dari berbagai jenis gas dan partikel debu. Di dalam campuran partikel ini berpancarlah sinar matahari. Masing-masing warna dari cahaya matahari ini menempuh jalan yang berbeda. Lalu, bisa terjadi bahwa kita di bumi, di bawah sini kadang melihat terutama cahaya biru kadang pula melihat cahaya merah ( Di luar atmosfer bumi, di alam semesta, dimana tidak ada partikel, kemana cahaya dapat dipancarkan, cahaya matahari selalu putih berkilau dan berwarna hitam pekat).

Pada tahun 1880, ahli fisika Inggris Lord William Rayleigh sudah menemukan persyaratan mebuat langit biru. Dalilnya pada hakikatnya mengatakan bahwa sinar gelombang pendek-yakni biru dan hijau-yang terkandung dalam cahaya putih matahari dipancarkan jauh lebih kuat daripada sinar merah gelombang panjang. Akibatnya pada siang hari jauh lebih banyak cahaya biru dan hijau dari pada cahaya merah di mata kita. Oleh karena itu, langit tampak biru di mata kita dan karena bagian-bagian itu dipancarkan langsung dari sinar matahari, tampaklah matahari itu kuning. Tetapi, pada pagi hari dan petang hari, cahaya itu harus menempuh jalan yang jauh lebih panjang melalui atmosfer daripada jarak yang ditmpuh siang hari. Dalam jarak panjang ini cahaya biru dan hijau gagal menempuh perjalanan.

Hanya cahay jingga dan merah bergelombang panjang masih mampu sampai kepada kita lalu matahari dan langit tampak  di mata kita merah jingga berkilau.

Oleh karena itu biru langit, merah pagi, dan merah petang semuanya mempunyai penyebab yang sama : Penebaran cahaya matahari pada partikel udara yang tak terbilang banyaknya.  Jadi, kesempatan paling besar langit menjadi biru ialah ketika matahari berada tinggi di langit dan cahayanya menempuh jarak paling singkat ke bumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s